Search
Close this search box.

Kurikulum Nasional telah menjadi sorotan utama dalam ranah pendidikan Indonesia. Sebagai bagian dari inisiatif pembelajaran yang lebih merdeka, penerapan kurikulum ini diharapkan akan membawa perubahan yang signifikan dalam pengalaman belajar para siswa di seluruh negeri.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menargetkan pemberlakuan Kurikulum Merdeka secara nasional pada Maret 2024. Ini adalah langkah ambisius yang menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum, Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, menyampaikan bahwa penerapan kurikulum ini telah mencapai pencapaian yang signifikan. Sebanyak 80 persen sekolah di semua jenjang di Indonesia telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Namun, ini adalah langkah awal dari perjalanan yang panjang menuju transformasi pendidikan yang lebih luas.

Pada tahun 2022, sebanyak 140 ribu satuan pendidikan dengan sukarela menerapkan Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek membuka pendaftaran implementasi Kurikulum Merdeka kepada satuan pendidikan, dan pada tahun berikutnya, jumlahnya meningkat menjadi 160 ribu. Dengan demikian, total 300 ribu satuan pendidikan telah menerapkan Kurikulum Merdeka, menandai dorongan yang signifikan menuju visi pendidikan yang lebih modern dan inklusif.

Namun, tantangan tetap ada di depan. Pengembangan Kurikulum Nasional tidak boleh dipandang sebelah mata. Perubahan ini harus didukung oleh kerangka regulasi yang kuat dan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan.

Kemendikbudristek telah melakukan langkah-langkah progresif dalam mewujudkan Kurikulum Nasional. Taufiq Damarjati, Pengembang Ahli Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek, menjelaskan bahwa pemberlakuan Kurikulum Nasional direncanakan pada Maret 2024. Namun, penundaan terjadi karena masih diperlukan masukan lebih lanjut dari berbagai pihak dan persetujuan presiden terkait implementasi Kurikulum Merdeka.

Dalam rangka mendapatkan masukan yang lebih luas, Kemendikbudristek telah mengadakan Uji Publik Rancangan Permendikbudristek tentang Kurikulum Merdeka. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari unsur kepala satuan pendidikan, pendidik, dinas pendidik dan pengawas, serta mitra pendidikan.

Anindito Aditomo menekankan pentingnya keberadaan Permendikbudristek Kurikulum Merdeka dalam memberikan kepastian mengenai arah kebijakan kurikulum nasional. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan semua pihak akan memiliki pemahaman yang jelas tentang langkah-langkah yang harus diambil dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Perlu dicatat bahwa setelah diterapkannya Permendikbudristek Kurikulum Merdeka, satuan pendidikan tetap memiliki waktu untuk bertransisi. Mereka dapat terus menggunakan Kurikulum 2013 hingga Tahun Ajaran 2025/2026. Hal ini memberikan kesempatan bagi lembaga pendidikan untuk menyelaraskan diri dan mempersiapkan perubahan dengan cermat.

Kurikulum Nasional adalah tonggak penting dalam evolusi pendidikan Indonesia. Melalui pendekatan yang lebih merdeka dan inklusif, kita dapat membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang. Dengan kerja sama antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong kreativitas, inovasi, dan pemikiran kritis di antara para siswa.

 

sumber : https://tirto.id/apa-itu-kurikulum-nasional-dan-kapan-mulai-berlaku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *